SEJARAH KERUSUHAN MEI 1998 DAN FAKTA – FAKTA YANG MEMBUAT GEGER

Sebetulnya kerusuhan yang terjadi saat tahun 1998 tersebut itu muncul dari berbagai faktor yang datang. Dimana pada tahun tersebut terjadi krisis keuangan yang terjadi di Asia, setelah itu adanya tragedi Triskati. Tragedi tersebut memakan korban jiwa sebanyak empat mahasiswa yang berasal dari Universitas Trisakti. Membua kerusuhan yang terjadi di bulan Mei 1998 ini semakin membeludak dibeberapa daerah, terutama pusatnya itu di ibu kota Jakarta. Karena terjadinya tragedi yang besar tersebut, sampai menjatuhkan posisi dari pemimpin Indonesia pada saat itu yaitu Soeharto yang kemudian digantikan oleh B . J. Habibie. Peristiwa yang tidak akan pernah terlupakan ini akan selalu diingat oleh mereka yang pernah terjun langsung atau hanya ikut merasakannya saja.

Ketika itu rasanya hempasan peluru panas terus terjadi di kawasan kampus Trisakti yang berada di Jakarta Barat, lebih tepatnya lagi saat sore hati tiba. Saat itu ribuan mahasiswa yang sudah bersiap utnuk menghadapi kenyataan, tiba – tiba saja empat orang mahasiswa Triskakti terjatuh dengan banyaknya darah yang terus berceceran. Mahasiwa – mahasiswa tersebut akan melakukan aksi protesnya terhadap pelantikan Soeharto yang menjadi presiden untuk ketujuh kalinya, disitu terdapat pasukan polisi serta tentara yang sudah ditugaskan untuk berjaga. Dengan hilangnya jiwa keempat mahasiswa yang tengah berjuang tersebut, membuat amarah dari mahasiwa yang berada disitu semakin memuncak. Berikut fakta – fakta dari kerusuhan Mei 1998 yang membuat geger.

1.Penembakan Mahasiswa

Tewasnya mahasiswa pada saat itu membuat emosi kian menyulut para mahasiswa. Soeharto yang dilantik kembali menjadi presiden, dimana pelantikan ini sudah menjadi dia sebagai presiden yang ketujuh kalinya. Disisi lain sedang terjadi krisis moneter, dimana harga kebutuhan pokok yang kenaikannya sangat tinggi lalu kasus korupsi yang kian tinggi. Membuat masyarakat Indonesia tidak bisa tinggal diam dengan kondisi yang ada.

Membuat para mahasiswa bersatu dan Universitas Trisakit menjadi titik tengah dimana perkumpulan tersebut diadakan. Pada tanggal 12 Mei 1998 mahasiswa yang ingin melakukan demonstrasi diluar kampus ini, dihalau dengan peluru yang mengenai empat mahasiswa hingga tewas. Pada tanggal 13 Mei membuat emosi semakin menjalar dan semakin liar, hingga tanggal 21 Mei 1998 Soeharto resmi mengundurkan diri.

2.Munculnya Provokator

Di dalam banyaknya masa yang berkumpul dan mengikuti demo tersebut, ternyata tidak semua mempunya tujuan yang sama. Karena terdapat massa pendatang yang dimana tidak diketahui dengan jelas, lalu datang segerombol provokator yang memberikan pengaruh kepada massa lain. Dimana mereka memberikan hasutan untuk melakukan pembakaran sampai dengan menghancurkan fasilitas umum yang ada.

Selain itu mereka juga mencuri toko – toko, meneriakan kata – kata yang membuat kondisi semakin panas. Bahkan lebih parahnya lagi terdapat gedung yang hancur dan terbakar karena provokator yang memberikan pengaruh buruk di tengah kondisi yang sedang tidak kondusif seperti ini.

3.Jumlah Korban

Korban yang berjatuhan memang sudah tidak terhindarkan lagi, bagaimana tidak peluru panas aksi kejar – kejaran sampai dengan lempar barang tumpul itu terjadi dengan aktif. Membuat orang terluka pun tidak terhindari, bahkan sampai ada korban yang luka – luka akibat terbakar itu sampai dengan angka 1.190 orang, terdiri dari 27 orang karena senjata, serta 91 karena luka – luka.

Menurut data dari Kodam Jaya sejumlah 463 yang kehilangan nyawanya ini termasuk dengan aparat keamanan, lalu 69 orang luka – luka. Terdapat beberapa pendapat tentang orang yang kehilangan nyawanya tersebut karena ulahnya sendiri, padahal ada juga yang kehilangan nyawanya karena bukan akibat sendiri.

Itulah sejarah kerusuhan yang terjadi di Mei 1998 hingga fakta –fakta yang membuat geger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *